Sangatta, konekkutim.com — Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, resmikan program PENTAS Kutim untuk atasi permasalahan stunting di Kutai Timur. Dinas Kesehatan Kutim targetkan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan sebagai kecamatan percontohan.
Pada perayaan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026, Bupati Kutim meresmikan program baru yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kutai Timur untuk atasi stunting. Ini merupakan program yang resmi Bupati Ardiansyah luncurkan pada 26 Juli 2026 di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sangatta.
Program yang baru saja Ardiansyah Sulaiman resmikan ini bernama “Pelayanan Terpadu dan Serantak Tuntaskan Stunting” atau PENTAS Kutim. PENTAS Kutim ini bupati harapkan dapat benar-benar membantu pemerintah dalam menuntaskan masalah stunting hingga ke pelosok Kutim.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana, menyebutkan bahwa PENTAS Kutim merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap anak-anak Kutai Timur. Mereka ingin memastikan bahwa tidak akan ada balita maupun ibu hamil yang luput dari pemantauan terkait gizi dan kesehatannya.

“PENTAS Kutim adalah program pelayanan terpadu dan serentak tuntaskan stunting di Kabupaten Kutai Timur. Lewat gerakan ini, kita ingin memastikan tidak ada satu pun balita maupun ibu hamil yang luput dari pemantauan gizi dan kesehatan,” terangnya.
Program ini nantinya mulai berjalan pada tanggal satu Agustus di dua kecamatan yang akan menjadi wilayah percontohan.
“Nanti setelah launching ini, per tanggal satu Agustus, kita akan serentak minimal di dua kecamatan dulu sebagai pilot project. Di jangka pendek ini, yaitu di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan,” jelas dr. Yuwana kepada para wartawan. (STV)
Dapatkan info terbaru dan terus terkoneksi dengan Kutai Timur tercinta melalui situs konekkutim.com yang terpercaya!

















