Sangatta, konekkutim.com — Bupati Kutim membentuk tim khusus untuk menanggulangi persebaran TBC di Kutai Timur. Langkah ini Ardiansyah lakukan dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.
Kutai Timur baru saja melakukan Rapat Koordinasi Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi (23/7/2026). Rapat yang berfokus pada penanganan TBC ini untuk merancang pembentukan tim percepatan eliminasi demi mencapai target kawasan bebas wabah.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut antara pemerintah daerah, TNI/Polri, organisasi profesi kesehatan, hingga pihak perusahaan swasta.
“Kita harus mempunyai kesepakatan dan komitmen bersama lintas sektor. Yang terpenting adalah kolaborasinya. Jangan sampai ada missing time atau jeda waktu antara penemuan kasus dengan data yang dilaporkan. Karena ini menjadi dasar utama untuk pengobatan dan penyembuhan,” tegas Ardiansyah.
Melalui tim ini, Pemkab Kutim menetapkan pembagian peran lintas sektor secara jelas.

“Akan merancang apa yang harus dilakukan, siapa berbuat apa, kemudian bagaimana daya dukung dari pemerintah, organisasi mitra, perusahaan, hingga masyarakat,” lanjutnya.
Bupati menegaskan pentingnya keterlibatan Dinas Kesehatan bersama instansi penunjang seperti Bappeda, Ketahanan Pangan, dan DPMDes. Selain itu, peran kader TBC tingkat desa terus terpacu sebagai garda terdepan penemuan kasus awal.
Di sisi lain, Siti Robiah selaku Ketua PPTI (Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia) Kutim, turut menjelaskan terkait tim khusus ini.

“Mereka diberikan pembekalan agar semakin memahami peran dan tanggung jawabnya di masyarakat, sehingga mampu melakukan pendampingan kepada pasien sampai sembut serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan pengobatan TBC,” jelasnya.
Dalam rapat pemantapan ini juga, pemerintah turut merumuskan beberapa langkah strategis. Langkah strategis itu di antaranya, yaitu:
-
penguatan forum kemitraan melalui dukungan kebijakan daerah
-
pengintegrasikan program penanggulangan TBC ke dalam Rencana Aksi Daerah agar terukur dan berkelanjutan
-
dukungan pengalokasian anggaran terpadu dari pemerintah, organisasi swasta, maupun pihak perusahaan
Melalui terbentuknya Tim Percepatan Penanggulangan TBC Kutai Timur, Bupati Ardiansyah berharap mampu mewujudkan target Kutim bebas TBC pada tahun 2030 mendatang. (STV)
Dapatkan info terbaru dan terus terkoneksi dengan Kutai Timur tercinta melalui situs konekkutim.com yang terpercaya!




















