Bengalon, konekkutim.com — Anggota DPRD Kutim Dapil 2, Syaiful Bakhri, secara aktif memantau perbaikan Jembatan Lembak yang menjadi akses utama Kecamatan Bengalon dan Kaliorang. Politisi Fraksi PKS Kutim ini mengawal langsung proses yang berlangsung mulai dari rapat koordinasi.
Setelah kembali mengalami penurunan pasca perbaikan sebelumnya, Jembatan Lembak di Kecamatan Bengalon kembali menjadi perhatian bersama. Kekhawatiran masyarakat tersebut terbahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Jembatan Lembak dan Persiapan serta Standarisasi Kelayakan Jalan Pengalih. Rapat yang terlaksanan di Kantor Kecamatan Bengalon (7/9/2026) ini menghadirkan berbagai pihak seperti:
- Camat Bengalon,
- PU Kutai Timur,
- BPBD Bengalon,
- Dinas Perhubungan,
- Polsek Bengalon,
- TNI,
- Perusahaan,
- Forum pemuda,
- Lembaga adat, dan
- Perwakilan beberapa desa.

Syaiful Bakhri menyebutkan bahwa koordinasi dengan pihak BPJN akan terus berjalan. Adapun dalam waktu dekat ini, perbaikan sementara akan kembali berjalan untuk memastikan akses masyarakat tetap ada.
“Dalam sehari dua hari ini ada perbaikan dari Balai Besar. Kita hanya sebatas koordinasi dan komunikasi saja, karena ini jalan nasional dan tanggung jawabnya dari pusat,” ujar Syaiful.
Syaiful menilai, kondisi jembatan kembali mengalami penurunan setelah perbaikan akibat lalu lalang kendaraan berat. Hal tersebut karena jembatan ini juga merupakan jalan nasional. Di sisi lain, rapat tuurt membahas percepatan jalan pengalih melalui wilayah Desa Sepaso Selatan dan Sepaso Timur.
“Terkait jalan pengalihan di wilayah Desa Sepaso Selatan, ini perlu dilakukan secepatnya mengingat kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan,” jelasnya.
Sejumlah perusahaan di Kecamatan Bengalon turut memberikan kontribusi dalam bentuk alat berat dan kendaraan seperti excavator, grader, dump truck (DT), serta peralatan pendukung lainnya. Syaiful menyebutkan bahwa jalan pengalih tersebut bukan hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga berpotensi sebagai akses penting bagi masyarakat kedepannya.
“Awalnya ini memang dikerjakan secara gotong royong oleh perusahaan dan masyarakat. Ke depan, untuk pengerasan, bahkan mungkin pengaspalan atau semenisasi, kita harapkan bisa diupayakan pemerintah daerah,” katanya.
Tidak hanya pengerjaan fisik, tetapi standar kelayakan jalan, pengaturan lalu lintas, dan pengamanan turut menjadi perhatian.
“Sebagai anggota DPRD, ini tetap menjadi perhatian kita. Saya akan ikut terus memantau langsung ke lapangan supaya apa yang menjadi harapan masyarakat terkait akses ini sedikit banyaknya bisa terwujud,” tegasnya. (STV)
Dapatkan info terbaru dan terus terkoneksi dengan Kutai Timur tercinta melalui situs konekkutim.com yang terpercaya!



















