Sangatta, konekkutim.com — Anggaran Kutai Timur 2026 mengalami perubahan signifikan. Pemerintah daerah memproyeksikan pendapatan meningkat Rp645 miliar menjadi Rp6,408 triliun. Di sisi lain, belanja daerah terpatok sekitar Rp6,427 triliun untuk menopang berbagai program prioritas pembangunan.
Hal tersebut Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, sampaikan pada penyampaian Nota Pengantar Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (P-KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (P-PPAS) 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kutim ke-I Masa Persidangan I Tahun 2026/2027, Jumat (18/9/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Kutim itu membahas penyesuaian anggaran berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan APBD hingga semester pertama 2026 serta kebutuhan pembangunan daerah.
“Perubahan anggaran ini diarahkan untuk memastikan program prioritas pembangunan tetap berjalan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kutai Timur,” ujarnya.
Sejumlah sektor tetap menjadi fokus pembangunan, di antaranya peningkatan infrastruktur dan konektivitas, transformasi ekonomi berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola pemerintahan. Pemerintah daerah juga mempertahankan perhatian terhadap lingkungan hidup dan ketahanan pangan dalam arah kebijakan pembangunan.
Selanjutnya, rancangan P-KUA dan P-PPAS 2026 akan bupati bahas bersama DPRD Kutim sebelum menjadi landasan penyusunan Perubahan APBD 2026. Ardiansyah berharap pembahasan berlangsung konstruktif dan menghasilkan kesepakatan dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan Kutai Timur. (MHA)
Dapatkan info terbaru dan terus terkoneksi dengan Kutai Timur tercinta melalui situs konekkutim.com yang terpercaya!













