Kalimantan Timur, konekkutim.com — Tas anjat merupakan salah satu warisan kerajinan tradisional Suku Dayak asal Kalimantan Timur, termasuk Kutai Timur. Tas berbentuk tabung ini terbuat dari anyaman rotan dengan tinggi sekitar 70 cm dan diameter kurang lebih 50 cm. Kesederhanaan bentuk serta ciri khas budayanya membuat tas anjat banyak menarik minat para pencinta kerajinan tradisional.
Pembuatan Tas Anjat
Pembuatan tas anjat memerlukan ketelitian dan keterampilan. Rotan melalui proses pembelahan dan penghalusan, lalu berlanjut dengan anyaman melingkar. Gelang rotan serta tali tarik pada bagian atas membuat tas ini praktis untuk membawa berbagai keperluan.
Harga tas anjat berkisar antara Rp180.000 hingga Rp250.000, bergantung pada kerumitan motif dan proses pembuatannya. Coraknya beragam, seperti naga, daun, bunga, lingkaran, dan segi empat, yang masing-masing memiliki makna khas budaya Suku Dayak.
Fungsi Tas Anjat
Mengutip kebudayaan.kemdikbud.go.id, anjat memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Suku Dayak. Kaum pria memakainya untuk membawa perbekalan saat berburu, sedangkan kaum wanita memanfaatkannya sebagai tempat menyimpan pakaian atau bekal makanan ketika berkebun. Anjat juga menjadi bagian dari upacara adat sebagai lambang status sosial dan identitas budaya.
Kini, anjat tidak hanya berfungsi sebagai tas untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi oleh-oleh khas Kalimantan yang banyak wisatawan cari saat berkunjung ke Kutai Timur. Keunikannya menjadikan tas anjat sebagai cendera mata khas yang mencerminkan kekayaan budaya daerah.
Popularitas Tas Anjat
Maraknya tas modern serta keterbatasan bahan baku rotan menjadi tantangan bagi kelestarian anjat. Meski demikian, pengrajin, komunitas budaya, pemerintah daerah, dan lembaga kebudayaan terus berkolaborasi melalui pelatihan serta workshop bagi generasi muda guna menjaga keterampilan membuat anjat tetap lestari.
Menurut Kaltimnow, pengrajin anjat seperti Warjiman asal Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, terus berupaya memperluas pemasaran hingga menjangkau pasar nasional maupun internasional. Keterbatasan jumlah produksi belum menghentikan langkah tersebut.
Tas anjat menjadi bukti keterampilan para perajin sekaligus warisan budaya yang patut lestari. Saat berkunjung ke Kalimantan, khususnya Kutai Timur, jangan lewatkan kesempatan membawa pulang tas anjat sebagai buah tangan khas daerah. Selain unik, pilihan tersebut turut mendukung kelestarian warisan budaya Indonesia. [AGR]
Dapatkan info terbaru dan terus terkoneksi dengan Kutai Timur tercinta melalui situs konekkutim.com yang terpercaya!

















